Senin, 07 November 2011

Kelompok 2 : Ejaan yang disempurnakan

Pengertian dan Sejarah

Ejaan merupakan seperangkat atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisah, penggabungan dan penulisannya dalam satu bahasa. Berbeda dengan kata mengeja yang mana berfungsi untuk melafalkan sedangkan Ejaan suatu sistem aturan yang luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang Disempurnakan atau yang sering di sebut EYD yang berlaku pada 16 agustus 1972. Dalam sejarah, indonesia mengalami 3 kali pergantian Ejaan dan disertakan huruf ejaan dimana:

1. Ejaan van ophuijsen (1901-1947) contoh ejaan “Djoem’at“
2. Ejaan republik (1947-1972) contoh ejaan “Djum’at“
3. EYD 16 agustus 1972 (sekarang) contoh ejaan “Jumat“

Dimana di kesempatan kali ini kita ingin membahas lima ruang lingkup bahasan yang meliputi tentang Ejaan Yang Disempurnakan.

Lima Ruang Lingkup di EYD

1. Pemakaian Huruf

Membicarakan masalah yang paling mendasar dari suatu bahasa. meliputi abjad, vokal, konsonan, pemenggalan dan nama diri.

* Abjad, Vokal dan Konsonan, berpedoman pada EYD, Khususnya cara pelafalan huruf yang benar, setiap penutur bahasa indonesia hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan. Dalam membaca singkatan kata yang di baca huruf demi huruf. Berikut contoh Pelafalan menggunakan singkatan CIA: * CIA-(singkatan) * CE-I-E (lafal yang benar) * SI-AI-E (lafal yang salah)

* Pemenggalan Kata, pada dasarnya pemenggalan kata adalah pemisahan dua atau lebih dari huruf konsonan yang berbeda misalkan gabungan huruf konsonan ny, ng, kh, dan sy yang tidak boleh di pisahkan. Dan jika mengandung sisipan el-er-in pemenggalannya dapat dilakukan dengan dua cara: Pertama, mempertahankan sisipan dalam dalam satu suku kata sehingga tidak terpenggal. Kedua, tidak mempertahankan sisipan dalam satu suku kata. Misalnya: ba-ca-lah, me-la-ri-kan, pra-sa-ra-na.

* Nama Diri, mengajarkan bagaimana menuliskan nama orang, lembaga, tempat, jalan, sungai dan nama diri lainnya yang harus mengikuti EYD kecuali jika ada pertimbangan khusus yang menyangkut segi adat, hukum, atau nama sejarah seperti pemakaian biasa: ia berkantor di jalan budi utomo dan pemakaian menurut pertimbangan khusus: perkumpulan boedi oetomo

2. Penulisan huruf

Penulisan huruf kapital dan huruf miring. Huruf kapital biasanya di tulis pada suku kata pertama baik itu awal paragraf, nama tempat, gelar. atau judul karya ilmiah. seperti Profesor Lionel Lakmu. Jika huruf miring di pakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian, kata, atau kelompok kata. Misalnya, tabloid Motor Plus.

3. Penulisan kata

Membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata, kata ganti, kata depan, kata sandang, partikel, singkatan akronim, angka dan lambang bilangan.

* Kata dasar yang berupa kata dasar dan ditulis sebagai kesatuan. Misalnya : Kantor pos sangat ramai. Buku itu sudah saya baca. Adik naik sepeda baru. (ketiga kalimat tersebut di bangun dengan kata dasar)

* Kata turunan yaitu imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) di tulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya : bergerigi, gemetar, sentuhan, mepertanyakan.
* Bentuk ulang, di tulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Misalnya: anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, hati-hati.
* Gabungan kata, Gabungan kata lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya di tulis terpisah. Misalnya: duta besar, alat pandang-dengar, acapkali, beasiswa.
* Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya. Kata ganti ini sebagai bentuk singkat kata aku dan engkau, ditulis serangkaian dengan kata yang mengikutinya. Misalnya: Bolehkah aku ambil jeruk ini satu? akan tetapi Bolehkah kuambil jeruk ini satu?
* Kata Depan di, ke, dan dari kata depan ini di tulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap satu kata seperti kepada dan daripada
* Kata sandang si dan sang kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. contoh : sikecil, sang diktator, sang koruptor
* Partikel , seperti partikel -lah dan -kah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Dan perlu diingat kelompok yang dianggap padu ditulis serangkai. Misalnya: adapun sebab-musababnya sampai sekarang belum diketahui.
* Singkatan dan Akronim . Singkatan adalah bentuk yang di pendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Adapaun penulisannya adalah, sebagai berikut: Perseroan Terbatas disingkat PT.
* Angka dan Lambang Bilangan. Angka di pakai untuk menyatakan lambang bilangan nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka arab atau angka Romawai. Misalnya: angka romawi: I,II,III,IV,V,VI,VII,VIII,IX,X

4. Penulisan unsur serapan

Dalam perkembangannya, bahasa indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti sansekerta, arab, poertugis, belanda, atau inggris.

Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjaman dalam bahasa indonesia dapat di bagi atas dua golongan besar:

* Unsur yang sepenuhnya belum terserap ke dalam bahasa indonesia, seperti reshuffle , shuttle cock. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks bahasa indonesia, tetapi bacaanya mengikuti cara asing
* Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa indoneisa. dalam hal ini di usahakan agar ejaannya hanya di ubah seperlunya sehingga bentuk indonesianya masih bisa dipisahkan dari bentuk asalnya,

5. Pemakaian tanda baca (pungtuasi)

Berikut rincian dan makna dari tanda baca :

* tanda titik (.) memiliki fungsi untuk menyatakan akhir dari sebuah kalimat, bisa juga digunakan untuk singkatan dan angka-angka.
* tanda koma (,) memiliki fungsi memisahkan anak kalimat dan juga keperluan singkatan dan angka-angka.
* tanda titik koma (;) berfungsi memisahkan bagian-bagian sejenis atau setara dan juga sebagai kata hubung untuk memisahkan klausa dan kalimat majemuk setara. Bulan makin terang; si Lukman belum juga pulang ke rumah.
* tanda titik dua (:) untuk pemerian atau uraian yang baku hal ini sama di seluruh dunia, perlu untuk diingat jangan samakan arti dari tanda titik koma dan titik dua.
* tanda hubung (-) biasanya di gunakan untuk penghubung, jarak, dan rentang suatu nilai.
* tanda-tanda baca yang lain. Tanda–tanda baca yang lain ialah tanda pisah (-), tanda elipsis (…), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung ( ), tanda kurung siku ([ ]), tanda garis miring (/) dan tanda penyingkat/apostrof (‘)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar